NADIKABAR.COM — Serangan ratusan drone yang menargetkan Moskow dan wilayah sekitarnya menewaskan sedikitnya dua orang. Serangan drone tersebut juga merusak sebuah kilang minyak utama pada hari terakhir pemilihan umum parlemen Rusia.

Dilansir AFP, Minggu (20/9/2026), Wali Kota Moskow, Sergei Sobyanin, mengatakan bahwa lebih dari 1.600 drone telah dicegat dan ditembak jatuh. Sebanyak 450 drone di antaranya ditujukan ke Moskow.

Ia menuduh Ukraina berupaya mengganggu pemilu parlemen yang berlangsung selama tiga hari tersebut. Pemilu yang diperkirakan akan semakin memperkuat cengkeraman kekuasaan Presiden Vladimir Putin yang telah berlangsung selama 26 tahun.

"Serangan yang belum pernah terjadi sebelumnya ini jelas direncanakan dengan tujuan mengganggu jalannya pemilu. Musuh gagal melakukannya," ujar Sobyanin, melalui Telegram.

Sementara itu, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky memuji serangan tersebut. Ia mengatakan, "Respons jarak jauh kami memberikan dampak yang sangat signifikan di wilayah Moskow tadi malam."

"Salah satu fasilitas industri minyak utama Rusia dan fasilitas logistik pihak agresor terkena serangan. Ini melibatkan miliaran dolar yang menopang mesin perang mereka," kata Zelensky.