Ia menyebut bahwa sejauh ini tidak ada laporan korban jiwa dan layanan darurat telah berada di lokasi kejadian. Kilang minyak utama ini sebelumnya telah menjadi sasaran serangan Ukraina dalam beberapa bulan terakhir.

Serangan terbaru ini terjadi setelah Presiden AS Donald Trump pada hari Senin menyatakan bahwa Ukraina dan Rusia telah sepakat untuk tidak menargetkan fasilitas energi satu sama lain.

Peristiwa ini juga terjadi setelah warga Rusia mulai memberikan suara pada hari Jumat dalam pemilihan parlemen pertama di negara itu sejak Moskow mengirim pasukan ke Ukraina pada Februari 2022-langkah yang memicu konflik yang telah menelan ratusan ribu korban jiwa.

Hanya partai-partai yang mendukung Putin dan kampanye militer Kremlin yang terdaftar untuk mengikuti pemilihan. Moskow juga menyelenggarakan pemungutan suara di wilayah Ukraina yang diduduki.

Meskipun hanya sedikit warga Rusia yang meragukan bahwa partai Rusia Bersatu (United Russia) pimpinan Putin akan kembali meraih kemenangan mudah, pemungutan suara ini menjadi tolok ukur dukungan publik terhadap perang tersebut.