NADIKABAR.COM β Negara-negara anggota Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) menggelar pertemuan luar biasa untuk membahas penguatan kerja sama dan koordinasi antara angkatan bersenjata mereka di tengah berlanjutnya serangan kelompok Houthi Yaman terhadap Arab Saudi.
Pertemuan tersebut diselenggarakan oleh Komite Operasi dan Pelatihan Angkatan Bersenjata GCC pada Rabu di Riyadh, Arab Saudi, menurut pernyataan dari Kementerian Pertahanan Uni Emirat Arab (UEA).
GCC terdiri atas Arab Saudi, UEA, Kuwait, Qatar, Bahrain, dan Oman. Kementerian tersebut menyatakan bahwa pertemuan luar biasa itu berlangsung di markas Sekretariat Jenderal GCC, tetapi tidak mengungkapkan nama-nama peserta yang hadir.
Menurut kementerian, pertemuan itu membahas sejumlah isu yang bertujuan memperkuat kerja sama militer bersama di bidang operasi dan pelatihan, serta mengembangkan mekanisme koordinasi dan integrasi di antara angkatan bersenjata negara-negara Teluk.
Diskusi tersebut juga bertujuan untuk mendukung upaya pertahanan bersama negara-negara Teluk serta meningkatkan kesiapan dan efisiensi militer di bidang operasi dan pelatihan menurut pernyataan kementerian.
Pernyataan tersebut tidak merinci keputusan yang dihasilkan dalam pertemuan itu maupun secara langsung menyebut pembahasan mengenai serangan Houthi terhadap Arab Saudi.
Pertemuan tersebut berlangsung di tengah meningkatnya serangan kelompok Houthi Yaman terhadap Arab Saudi serta upaya negara-negara Teluk dan komunitas internasional untuk menghentikan serangan tersebut.
Hingga saat ini, GCC belum mengeluarkan pernyataan mengenai pertemuan tersebut. Namun, Sekretaris Jenderal GCC Jasem Mohamed Albudaiwi pada Minggu menyerukan tindakan internasional yang βefektifβ terhadap kelompok Houthi, saat menutup pertemuan tingkat menteri di Manama.
Adapun Yaman mengalami eskalasi militer sejak Juli antara pasukan pemerintah yang didukung koalisi pimpinan Arab Saudi dan kelompok Houthi, setelah periode relatif tenang yang terkait dengan gencatan senjata yang dimulai pada April 2022.
Konflik di Yaman bermula setelah kelompok Houthi merebut ibu kota Sanaa dan sejumlah provinsi pada September 2014.
Penerjemah: Kuntum Khaira Riswan