Kelompok tersebut menyebutkan bahwa jumlah serangan Arab Saudi kepada mereka telah mencapai 300 kali selama sepekan terakhir, dan menargetkan berbagai wilayah di Yaman yang dikuasai Houthi.
Koalisi pimpinan Arab Saudi sebelumnya mengonfirmasi, sebuah rudal balistik yang diluncurkan Houthi ke arah ibu kota telah berhasil dicegat dan dihancurkan pada Sabtu malam.
Koalisi menambahkan bahwa para pejuang pro-Iran tersebut telah mencoba menyasar "warga sipil dan infrastruktur sipil" di beberapa kota di wilayah barat kerajaan, termasuk pelabuhan Yanbu di Laut Merah, yang merupakan pusat ekspor penting bagi minyak Saudi.
Disebutkan bahwa serangan-serangan tersebut "digagalkan oleh sistem pertahanan udara kerajaan Teluk".
Arab Saudi telah merespons dengan melancarkan puluhan serangan udara ke wilayah-wilayah yang dikuasai Houthi, namun gagal menghentikan laju pergerakan mereka.
Kelompok Houthi menyatakan telah merespons serangan Saudi baru-baru ini dengan melancarkan "dua operasi militer yang sukses menggunakan sejumlah besar rudal balistik, rudal jelajah, dan pesawat nirawak (drone)," ujar juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, dalam sebuah pernyataan di Telegram.
"Serangan pertama menyasar lokasi-lokasi vital di ibu kota Saudi, Riyadh, dan serangan kedua menargetkan fasilitas Aramco di Yanbu."