Arifin mengatakan pihaknya sedang memitigasi dampak dari kebakaran yang terjadi. Arifin akan membahas penggantian fasilitas atau natura setelah mitigasi dampak kebakaran dilakukan.
"Intinya kita mitigasi dampak hari ini ya, baru kita penyiapan untuk natura dan sebagainya. Untuk hal-hal yang berkaitan dengan rumah dan sebagainya, nanti kita bicarakan lebih lanjut," imbuhnya.
Pantauan NadiKabar.com di lokasi kebakaran, Jalan Batu Ceper 9 RT 009 RW 01, Kelurahan Kebon Kelapa, Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (1/9/2026), terlihat rumah-rumah yang rusak parah akibat terbakar.
Puing-puing bangunan terlihat berserakan. Aroma gosong tercium di lokasi.
Warga di sekitar lokasi masih mencoba mencari barang-barang yang bisa diselamatkan. Ketua RT setempat, Toni, mengatakan kebakaran terjadi sekitar pukul 13.30 WIB pada Senin (31/8). Dia mengatakan situasi saat itu sedang sepi karena banyak warga yang mengantar jenazah.
"Kebetulan di warga kami juga ada yang meninggal dunia. Jadi kebetulan di sini kosong, kita tinggal," kata Toni, Selasa (1/9).
Dia mengatakan warga terkejut saat mengetahui kebakaran terjadi. Dia menduga kebakaran dipicu korsleting.
Warga setempat, Yani, mengatakan dirinya mengetahui informasi kebakaran dari anaknya yang sedang mengikuti pembelajaran jarak jauh (PJJ) di rumah. Dia mengatakan anaknya langsung meminta dia pulang saat kebakaran terjadi.
"Saya tahu dari anak saya yang lagi PJJ di rumah sendirian. Saya diteleponin jam 1 siang, saya disuruh pulang. Pas sampai sini ya sudah habis. Anak saya kebetulan ada di dalam, dia nyelamatin surat-surat yang saya perintahkan. Saya suruh bawa surat-surat aja, yang lain nggak penting lah, yang penting diri kamu selamat," kata Yani.