Dia menyebut hakim Mahkamah Agung Alexandre de Moraes menerbitkan perintah tersebut pada Minggu (25/10) malam, tak lama setelah Lula da Silva dinyatakan sebagai pemenang pilpres. Salinan perintah pengadilan itu belum tersedia, dan dasar hukum untuk pembatasan perjalanan itu masih belum jelas.

Flavio menyebut perintah semacam itu sebagai "upaya terang-terangan untuk mengintimidasi saya". Flavio memang sedang diselidiki atas dugaan korupsi dan pencucian uang terkait pendanaan film biopik tentang ayahnya. Dia telah membantah melakukan pelanggaran hukum apa pun.

Flavio mengatakan perintah pengadilan itu didasarkan pada pernyataan tanggal 23 Oktober yang dilontarkan saudaranya, Eduardo Bolsonaro, yang menyarankan agar dia meninggalkan Brasil jika kalah dalam pilpres. Eduardo diketahui kini tinggal di Amerika Serikat (AS).

"Saya tidak pernah mengatakan hal itu," tegasnya. "Saya tidak pernah berpikir untuk meninggalkan negara ini," ucap Flavio dalam pernyataannya.

Dia menambahkan dirinya akan mematuhi perintah penyerahan paspor, namun sembari mengajukan keberatan atas perintah pengadilan tersebut. Flavio juga menegaskan upayanya untuk membatalkan hasil pilpres tahun ini.

"Untuk menghadapi kekacauan ini, saya akan mengorganisasi kubu oposisi," ujarnya.