Nasional
HALAMAN 2 DARI 2
Seribu pohon, oasis di bekas karhutla
Aroma arang dan jelaga sisa kebakaran hutan masih tercium pekat ketika angin kemarau berembus pelan menyapu hamparan bukit di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Buki
Redaksi NadiKabar
✓
Redaksi NadiKabar
•
Dipublikasikan: Selasa, 3 November 2026 pukul 16:57 WIB
• ⏱ 1 menit baca
Berbekal cangkul, sarung tangan, dan deretan polibag berisi bibit-bibit tanaman muda, mereka merayap di antara gundukan tanah yang diselimuti arang.
"Selamatkan hutan kita! Di tempat di mana api pernah berkobar menghanguskan pepohonan, kita berdiri menanam seribu bibit pohon endemik Kalimantan untuk harapan hijau Benua Etam," ucap Wawan Irawan, inisiator gerakan Borneo Kind.
Seribu pohon itu bukan sekadar angka seremonial, tapi sebuah oasis kehidupan baru yang terbit di tengah padang arang bekas karhutla.
Pedoman Media Siber: NadiKabar.com berkomitmen mematuhi Undang-Undang Pers Nomor 40 Tahun 1999 dan Pedoman Pemberitaan Media Siber Dewan Pers Indonesia. Apabila ada hak jawab atau koreksi, silakan hubungi redaksi melalui kanal kontak kami.