"Kami bisa gerakkan di setiap kabupaten/kota ada pabrik-pabrik yang menjadi anggota kami. Kami bisa melawan dengan setiap saat keluar dari pabrik-pabrik untuk menjaga bilamana ada kerusuhan, bilamana ada kepentingan asing membuat kerusuhan, bilamana ada oknum-oknum ingin membuat kerusuhan," jelasnya.
Meski demikian, Said menegaskan seruan tersebut bukan untuk membatasi kebebasan masyarakat dalam menyampaikan kritik maupun aspirasi. Dia menyebut buruh tetap akan melakukan demonstrasi dalam memperjuangkan kepentingannya, termasuk terkait tuntutan kenaikan upah.
"Kami pun demonstrasi, unjuk rasa, nggak ada masalah, tapi untuk membangun bangsa welfare state," tuturnya.
Said menambahkan deklarasi tersebut menjadi awal dari seruan yang akan disampaikan kepada buruh di seluruh Indonesia. Dia juga mengajak kalangan pemuda dan mahasiswa menjaga persatuan serta menyampaikan kritik melalui jalur konstitusional.
"Kali ini kami tunjukkan secara terbuka. Pasti ada pro-kontra, bagi kami tidak penting, yang penting adalah persatuan Indonesia," imbuhnya.