NADIKABAR.COM — Melansir Time, kebiasaan menghabiskan waktu di dalam ruangan berpendingin udara (AC) ternyata tidak selalu menjadi hal yang umum. Pada abad ke-19, menurut laporan Time, ketika wabah tuberculosis masih tinggi, dokter justru menganjurkan masyarakat untuk keluar rumah dan mencari udara segar karena khawatir dengan udara buruk dalam ruangan.
Kondisinya mulai berubah pada 1960-an, ketika penggunaan AC semakin meluas dan membuat orang lebih nyaman beraktivitas di dalam ruangan saat cuaca panas.
Di satu sisi, AC memang membantu melindungi tubuh dari suhu panas. Pendingin udara juga dapat menyaring debu dan sejumlah partikel di udara sehingga ruangan terasa lebih nyaman.
Bagi masyarakat yang tinggal di daerah dengan tingkat polusi tinggi, AC bahkan dapat membantu mengurangi paparan partikel halus yang masuk ke dalam rumah.
Namun, manfaat tersebut tetap perlu diimbangi dengan cara penggunaan yang tepat. Menurut Dr. William Checkley dari Johns Hopkins School of Medicine, sejumlah penelitian menunjukkan bahwa terlalu lama berada di ruangan ber-AC dapat berkaitan dengan munculnya gejala pernapasan.
Salah satu penyebabnya adalah udara yang terlalu kering. Kondisi ini dapat membuat saluran pernapasan kehilangan kelembapan dan mengalami iritasi. Akibatnya, muncul keluhan seperti batuk, sakit tenggorokan, atau hidung tersumbat. Kelembapan udara sebaiknya dijaga pada kisaran 40-60 persen.
Cara mencegah gangguan kesehatan akibat AC
Keluhan seperti hidung tersumbat atau tenggorokan terasa kering saat berada di ruangan ber-AC dapat dikurangi dengan menjaga kebesihan dan perawatan AC. Melansir dari Cleveland Clinic, berikut beberapa hal sederhana yang bisa dilakukan di rumah, antara lain:
Filter yang kotor dapat menumpuk debu dan berbagai pemicu alergi. Jika keluhan semakin sering muncul, filter dapat diganti lebih rutin sesuai kebutuhan.
2. Gunakan air purifier jika diperlukan.
AC tidak selalu mampu menyaring semua partikel di udara. Air purifier dapat membantu menangkap partikel yang masih tertinggal, terutama jika digunakan di kamar tidur.
Debu dan kotoran dapat menumpuk di dalam saluran AC. pembersihan setiap tiga sampai lima tahun dapat membantu memperbaiki kualitas udara di dalam rumah.
AC sebaiknya diperiksa dan dirawat setidaknya setahun sekali. Perawatan juga perlu dilakukan jika tiba-tiba muncul keluhan setelah menggunakan AC.
5. Bersihkan AC portable dan AC jendela secara rutin.
Kedua jenis AC ini sering kurang mendapat perawatan, padahal debu, jamur, dan berbagai zat pemicu iritasi dapat menumpuk di dalamnya. Risiko ini juga dapat meningkat ketika AC lama disimpan dan tidak digunakan.