Dalam kondisi normal, ginjal menyaring darah dan mengatur keseimbangan cairan tubuh. Namun, ketika kadar gula darah terlalu tinggi, sebagian glukosa dapat masuk ke dalam urine. Glukosa tersebut menarik air sehingga volume urine meningkat.

Akibatnya, seseorang dapat lebih sering buang air kecil, termasuk pada malam hari ketika seharusnya sedang beristirahat.

Kondisi ini juga dapat menyebabkan tubuh kehilangan cairan lebih banyak. Karena itu, sering buang air kecil dan rasa haus berlebihan kerap muncul bersamaan.

Meski demikian, frekuensi buang air kecil juga dapat meningkat akibat faktor lain, seperti terlalu banyak minum, konsumsi kafein, penggunaan obat diuretik, atau infeksi saluran kemih.

Selain sering haus dan buang air kecil, diabetes dapat menimbulkan sejumlah gejala lain. Beberapa di antaranya bahkan dapat muncul secara bertahap sehingga tidak langsung disadari.

Berikut beberapa gejala yang perlu diperhatikan:

Mudah merasa lapar. Kadar gula darah yang tinggi tidak selalu berarti glukosa dapat digunakan secara efektif oleh sel tubuh sebagai energi.

Mudah lelah. Tubuh dapat mengalami gangguan dalam memanfaatkan glukosa sebagai sumber energi.

Berat badan turun tanpa sebab yang jelas. Hal ini dapat terjadi ketika tubuh tidak dapat menggunakan glukosa secara optimal dan mulai memanfaatkan cadangan energi lainnya.