NADIKABAR.COM — Pernahkah Anda berjalan dari kamar tidur menuju dapur dengan tujuan mengambil sesuatu, tetapi sesampainya di dapur, Anda mendadak bingung dan lupa apa yang ingin diambil? Fenomena yang umum terjadi ini sering membuat seseorang khawatir akan kesehatan memorinya.
Namun secara psikologis dan neurosains, mengutip Healthline dan beberapa sumber lain, kondisi ini bukanlah tanda pikun atau penurunan daya ingat, melainkan efek dari cara otak kita memproses informasi.
Efek ambang pintu (the doorway effect)
Para peneliti di bidang psikologi kognitif menyebut fenomena ini sebagai The Doorway Effect atau Efek Ambang Pintu. Otak manusia mengorganisasi ingatan dan aktivitas berdasarkan lingkungan atau konteks fisik tempat kita berada.
Ketika Anda berpindah dari satu ruangan ke ruangan lain melalui sebuah pintu, otak menginterpretasikan batas fisik tersebut sebagai pembatas peristiwa (event boundary). Otak secara otomatis menyimpulkan bahwa peristiwa atau tugas di ruangan sebelumnya telah selesai, sehingga ia memotong dan mereset informasi jangka pendek (working memory) untuk bersiap menerima informasi baru di lingkungan baru.
Memori kerja (working memory) manusia memiliki kapasitas yang terbatas. Saat Anda berjalan melintasi batas ruangan, proses pemikiran terbagi ke dalam beberapa lapisan:
Inilah alasan mengapa ketika Anda kembali ke ruangan semula, memori mengenai tujuan awal sering kali langsung teringat kembali. Ruangan asal berfungsi sebagai pemicu (cue) memori kontekstual.
Jika Anda sering mengalami hal ini, ada beberapa langkah praktis yang bisa dilakukan untuk membantu otak mempertahankan memori: