NADIKABAR.COM — Pernahkah terus memikirkan obrolan setelah berbincang dengan orang lain? Mungkin otak kita memutar lagi percakapan yang baru saja selesai dan bertanya-tanya apakah perkataan kita tadi agak canggung atau kesan yang kita berikan tidak seperti harapan.
Fenomena ini cukup umum dialami oleh semua orang dan memiliki istilah dalam dunia psikologi, yaitu liking gap. Biasanya kondisi ini ditandai saat seseorang berpikir bahwa orang lain tidak menyukai dirinya meskipun belum tentu benar.
Mengapa kita merasa orang lain tidak menyukai kita?
Beberapa penelitian menemukan bahwa saat berinteraksi dengan orang lain, otak kita terlalu fokus mengkritisi hal-hal yang dianggap salah dari diri sendiri dibandingkan sesuatu yang sudah kita lakukan dengan baik.
Para peneliti menemukan bahwa setelah ngobrol dengan orang lain, seseorang cenderung merasa dirinya kurang disukai oleh lawan bicaranya. Padahal, mungkin saja orang lain sebenarnya lebih menyukai kita dibandingkan yang selama ini kita pikirkan.