Beberapa penelitian telah menemukan korelasi konsumsi produk susu dengan munculnya jerawat. Namun, hingga saat ini para peneliti masih mencari tahu bagaimana proses tersebut bisa terjadi.
Ada teori yang menyatakan bahwa hormon yang digunakan untuk meningkatkan produksi susu pada sapi bisa memengaruhi keseimbangan hormon tubuh manusia ketika mengonsumsinya. Perubahan hormon ini yang diduga mendorong timbulnya jerawat.
Mengutip dari Health, susu mempunyai 80 persen protein whey dan 20 persen protein kasein yang bisa memengaruhi aktivitas hormon tubuh. Protein kasein pada susu bisa mendorong produksi insulin like growth factor 1 (IGF-1) yang berkaitan dengan pertumbuhan.
Hormon tersebut bisa memicu produksi minyak kulit dan keratin. Jumlahnya yang berlebihan bisa membuat minyak dan sel kulit menumpuk sehingga menyumbat pori-pori yang dapat merangsang munculnya jerawat.
Disisi lain, protein whey pada susu bisa membangkitkan produksi insulin. Meningkatnya insulin juga berdampak pada kenaikan kadar IGF-1. Produksi insulin yang melonjak bisa membuat jerawat semakin banyak.