Ketika pasokan oksigen tidak mencukupi, seseorang dapat mengalami lemas, mudah lelah, sakit kepala, jantung berdebar, hingga pusing. Keluhan tersebut dapat terasa lebih jelas ketika melakukan perubahan posisi tubuh.

Anemia dapat disebabkan oleh kekurangan zat besi, kehilangan darah, kekurangan vitamin tertentu, atau penyakit kronis. Pemeriksaan darah diperlukan untuk memastikan apakah pusing berkaitan dengan kondisi tersebut.

Beberapa jenis obat dapat memengaruhi tekanan darah dan meningkatkan risiko pusing ketika berdiri. Obat penurun tekanan darah, diuretik, serta sejumlah obat untuk gangguan jantung dan kondisi saraf termasuk yang perlu diperhatikan.

Pada sebagian orang, keluhan muncul setelah memulai pengobatan baru atau mengalami perubahan dosis. Namun, obat yang digunakan tidak boleh dihentikan atau diubah sendiri tanpa berkonsultasi dengan dokter.

Jika pusing mulai sering muncul setelah mengonsumsi obat tertentu, sampaikan kondisi tersebut kepada tenaga kesehatan agar penggunaannya dapat dievaluasi.

Sistem saraf otonom membantu mengatur fungsi tubuh yang berlangsung otomatis, termasuk denyut jantung, tekanan darah, dan penyempitan pembuluh darah.

Gangguan pada sistem ini dapat membuat tubuh kesulitan menyesuaikan tekanan darah ketika berdiri. Kondisi tersebut dapat berkaitan dengan penyakit Parkinson, diabetes yang menyebabkan kerusakan saraf, atau gangguan saraf lainnya.

Risiko hipotensi ortostatik juga meningkat seiring bertambahnya usia dan adanya penyakit penyerta. Pernyataan ilmiah American Heart Association menyebutkan bahwa kondisi ini diperkirakan dialami sekitar 10 persen orang berusia 60 tahun ke atas dan meningkat menjadi 16–30 persen pada kelompok berusia di atas 65 tahun.

6. Berdiri terlalu cepat setelah duduk atau berbaring lama

Perubahan posisi secara mendadak dapat membuat darah lebih banyak terkumpul sementara di bagian tubuh bawah akibat pengaruh gravitasi.

Pada sebagian orang, tubuh membutuhkan waktu untuk menyesuaikan sirkulasi darah. Hal ini dapat memicu sensasi kepala ringan, pandangan menggelap, atau tubuh terasa tidak stabil.

Keluhan bisa lebih mudah muncul setelah duduk atau berbaring dalam waktu lama, termasuk ketika baru bangun tidur. Meski sering bersifat sementara, gejala yang berulang tetap perlu diperhatikan.

Penanganan pusing ketika berdiri bergantung pada penyebabnya. Jika keluhan muncul sesaat, beberapa langkah berikut dapat membantu mengurangi risiko gejala semakin berat.