Jika kepala mulai terasa ringan, segera duduk atau berbaring sampai kondisi membaik. Hindari memaksakan diri tetap berdiri karena dapat meningkatkan risiko jatuh.
2. Ubah posisi tubuh secara perlahan
Setelah duduk cukup lama, jangan langsung berdiri. Gerakkan kaki terlebih dahulu, duduk tegak beberapa saat, kemudian berdiri secara bertahap.
Minum air putih secara cukup, terutama setelah berkeringat, berolahraga, atau mengalami muntah dan diare. Kebutuhan cairan setiap orang dapat berbeda, khususnya bagi orang yang memiliki pembatasan asupan cairan karena penyakit tertentu.
Jika harus berdiri dalam waktu panjang, usahakan sesekali menggerakkan kaki atau mengubah posisi tubuh agar sirkulasi darah tetap terbantu.
Konsumsi makanan bergizi seimbang dan jangan melewatkan waktu makan. Pada sebagian orang, tekanan darah dapat menurun setelah makan, terutama setelah mengonsumsi makanan dalam porsi besar.
Jika keluhan diduga berkaitan dengan obat-obatan, konsultasikan kepada dokter atau apoteker. Jangan menghentikan maupun mengubah dosis obat secara mandiri.
Apabila pusing sering berulang, dokter dapat memeriksa tekanan darah saat berbaring atau duduk dan setelah berdiri. Pemeriksaan tambahan dapat dilakukan untuk mencari penyebab seperti anemia, gangguan gula darah, atau masalah jantung.
Kapan pusing saat berdiri harus diperiksakan?
Pusing yang muncul sesekali dan cepat menghilang belum tentu menandakan masalah serius. Namun, pemeriksaan medis diperlukan apabila keluhan sering kambuh, berlangsung lama, semakin berat, atau mengganggu aktivitas sehari-hari.
Segera cari pertolongan medis jika pusing disertai pingsan, nyeri dada, sesak napas, jantung berdebar hebat, atau cedera akibat terjatuh.
Waspadai pula gejala seperti wajah menurun sebelah, kelemahan atau mati rasa pada satu sisi tubuh, kesulitan berbicara, gangguan penglihatan mendadak, dan sakit kepala hebat yang muncul tiba-tiba. Gejala tersebut dapat mengindikasikan kondisi darurat, termasuk stroke.
Dengan demikian, pusing ketika berdiri tidak sebaiknya dianggap selalu sebagai akibat kurang darah atau tekanan darah rendah. Mengenali pola kemunculan gejala dan memeriksakan diri jika keluhan berulang dapat membantu menemukan penyebab yang tepat sekaligus mencegah risiko jatuh atau komplikasi lainnya.