Salah satu keistimewaan restoran ini terletak pada penggunaan teknik pengasapan tradisional. Fasilitas in-house smoker dihadirkan di dapur menggunakan kayu rambutan untuk menciptakan hidangan beraroma khas. Chef Emril membeberkan deretan menu asap yang dimasak perlahan atau slow cooking hingga berjam-jam.

"Karena teknik asap itu punya taste yang berbeda, rasa yang berbeda. Jadi dia biasanya kalau makanan itu sebelum nyampe di lidah, dia harumnya dulu. Nah, itu kelebihannya teknik asap," jelas Chef Emril.

Waktu pengasapan setiap menu disesuaikan dengan jenis olahan dagingnya. Menu bebek asap membutuhkan waktu sekitar enam jam, sedangkan lidah sapi diasap selama tiga jam. Adapun hidangan sei sapi memakan waktu pengasapan paling lama, yakni mencapai 12 jam penuh.

Kelezatan menu andalan ini terbukti langsung saat mencicipi hidangan Bebek Asap Serodja. Aroma asapnya tercium sangat wangi dan kaya rempah. Sensasi bersantap semakin lengkap dengan seporsi bebek asap, rendang minang, dan oseng buncis sapi asap. Kepulan asap alami dari kayu rambutan terasa meresap sempurna ke dalam setiap serat daging yang super lembut di mulut.