NADIKABAR.COM — Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) milik SPPG Mangunan, Kabuh, Jombang bakal dievaluasi oleh Dinas Kesehatan. Evaluasi SLHS dilakukan menyusul 256 siswa dan guru SMPN 1 Kabuh mengalami keracunan setelah makan MBG dari SPPG tersebut.
Kepala Dinas Kesehatan Jombang, dr Hexawan Tjahja Widada menuturkan, pihaknya menerjunkan tim untuk mengecek SPPG Mangunan, Yayasan Sehat Tempat Makan Jakarta. Dapur MBG tersebut terletak di Dusun Brumbung, Desa Mangunan, Kecamatan Kabuh.
Salah satu temuannya, lanjut dr Hexawan, SPPG Mangunan menggunakan air isi ulang untuk memasak MBG. Sehingga pihaknya akan mengevaluasi SLHS dapur MBG tersebut.
"Ini kan airnya ternyata ngambil air dari isi ulang, isi ulang tetangga sebelah. Sehingga nanti itu kemungkinan untuk ini saya mengambil langkah-langkah yang utama adalah SLHS kan sudah sejak tahun yang lalu. Kita lakukan evaluasi SLHS lagi," terangnya kepada wartawan, Jumat (4/9/2026).
Dilansir dari laman bgn.go.id, setiap SPPG wajib mempunyai SLHS sebelum beroperasi menyediakan MBG. Sebagaimana ketentuan Keputusan Kepala BGN Nomor 63 Tahun 2025 tentang Juknis Penyelenggaraan Bantuan Pemerintah Program MBG Tahun Anggaran 2025.
SLHS sangat penting untuk menjamin 5 kunci keamanan pangan. Yaitu menjaga kebersihan lingkungan dan peralatan, memisahkan bahan mentah dan matang, memasak makanan pada suhu yang aman, menyimpan makanan dengan suhu yang tepat, serta menggunakan air dan bahan baku yang aman dan terverifikasi.
"Jadi apakah sesuai dengan aturan protapnya atau tidak, kita perbaiki lagi tuh fungsinya. Jadi nanti tim saya ada turun, gitu," tegas dr Hexawan.
Sebelumnya, keracunan massal ini baru terbongkar pagi tadi. Sebab banyak siswa SMPN 1 Kabuh yang mengalami diare di tengah jam pelajaran. Sedikitnya 81 siswa dilarikan ke 3 puskesmas dan klinik untuk menjalani pengobatan.
Sedangkan hasil pendataan Dinas Kesehatan Jombang, total 256 siswa dan guru mengalami keracunan MBG. Terdiri dari 81 siswa pagi tadi menjalani pengobatan, serta 175 siswa dan guru berobat mandiri sejak kemarin. Keluhan mereka tim redaksi lain sakit perut, diare, mual, muntah dan pusing.
Mereka mengalami keracunan setelah menyantap MBG pada Rabu (2/9) siang. Menunya berupa nasi putih, udang saus padang, tahu susu, pepaya, serta tumis wortel, sawi putih dan brokoli.
Setiap harinya, SPPG Mangunan menyediakan 2.899 porsi MBG untuk 19 sekolah penerima manfaat. Salah satunya untuk 639 siswa, serta 47 guru dan pegawai SMPN 1 Kabuh. Artinya, tidak semua siswa dan guru keracunan setelah memakan MBG tersebut.
Berdasarkan keterangan dari para korban, udang saus padang di MBG yang dimakan para siswa dan guru kemarin siang, diduga menjadi penyebab keracunan massal ini. Sebab udang tersebut mengeluarkan aroma kurang sedap.