Program Electrician Academy 2026 menargetkan sekitar 8.000 peserta mengikuti kegiatan pengembangan kompetensi. Dari program tersebut, perusahaan menargetkan sekitar 400 teknisi mengikuti proses sertifikasi kompetensi pada tahap awal melalui kolaborasi dengan pihak terkait.
Saiful menambahkan kebutuhan tenaga terampil menjadi tantangan seiring pertumbuhan industri kelistrikan, termasuk pengembangan pusat data yang membutuhkan pasokan listrik besar. Karena itu, pengembangan kompetensi dinilai perlu dilakukan secara berkelanjutan untuk mendukung kualitas instalasi dan keselamatan pengguna listrik.
Sementara itu, President Director Schneider Electric Indonesia dan Timor-Leste Martin Setiawan mengatakan pembinaan komunitas teknisi akan terus dilakukan melalui beragam program tahunan untuk mendorong peningkatan kompetensi tenaga ahli listrik di Indonesia.