NADIKABAR.COM — Lomba Dayung Pasar Baru 2026 berlangsung seru di Anak Kali Ciliwung. Peserta adu kecepatan dan kekompakan untuk menjadi yang tercepat.
Jakarta - Lomba Dayung Pasar Baru 2026 berlangsung seru di Anak Kali Ciliwung. Peserta adu kecepatan dan kekompakan untuk menjadi yang tercepat.
Sejumlah peserta memacu perahu karet dalam Lomba Dayung Pasar Baru 2026 di Anak Kali Ciliwung, Pasar Baru, Jakarta, Minggu (27/9/2026).
Perlombaan tersebut menjadi bagian dari rangkaian Festival Pasar Baru 2026 yang digelar Pemerintah Kota Jakarta Pusat bersama Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Jakarta Pusat.
Para peserta tampak beradu kecepatan menyusuri aliran Anak Kali Ciliwung.
Setiap tim dituntut menjaga irama kayuhan agar perahu dapat melaju cepat sekaligus tetap berada di jalur perlombaan.
Lomba Dayung Pasar Baru 2026 diikuti peserta dari tiga kelompok, yakni pelajar, masyarakat, serta perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD)/aparatur sipil negara (ASN) dan UKPD Pemerintah Kota Jakarta Pusat.
Kelompok masyarakat diikuti perwakilan dari delapan kecamatan. Peserta terbagi dalam kategori putra dan putri dengan total 16 tim.
Sementara itu, kelompok pelajar diikuti 13 regu dan kelompok OPD/ASN UKPD sebanyak 28 regu. Lomba dayung ini juga menjadi bagian dari upaya menghidupkan kembali kawasan Pasar Baru melalui kegiatan olahraga dan budaya. Festival tersebut sekaligus mengingatkan masyarakat mengenai peran Pasar Baru dalam sejarah perkembangan Kota Jakarta.
Setiap tim terdiri dari enam orang dengan komposisi empat peserta putra dan dua peserta putri dalam satu perahu. Komposisi tersebut membuat setiap anggota harus mampu bekerja sama menjaga keseimbangan dan ritme kayuhan. Bukan hanya mengandalkan kekuatan fisik, perlombaan juga menguji kekompakan setiap regu. Peserta harus menyamakan gerakan saat mendayung sekaligus mengarahkan perahu agar dapat melaju cepat hingga garis finis.
Dengan memanfaatkan Anak Kali Ciliwung sebagai lokasi perlombaan, Festival Pasar Baru menghadirkan aktivitas yang melibatkan masyarakat sekaligus menampilkan sisi lain kawasan bersejarah tersebut.