Sejumlah massa demo membawa sejumlah poster ke aksi tersebut. Sekitar 500 massa aksi itu membawa poster yang beberapa diantaranya berbunyi 'Arab dan Yahudi hanya akan menang jika bersatu' dan 'Ada mayoritas untuk perubahan'.

Sementara itu, demo di Yerusalem dihadiri 100 orang. Massa juga membawa sejumlah poster yang berbunyi '67 kursi-Bersatu kita teguh, terpecah kita dapatkan Bibi' dan poster bertuliskan 'Mengapa tidak? Kecuali jika kita memang rasis?'.

Partai-partai Arab tercatat hanya pernah satu kali duduk secara resmi dalam pemerintahan Israel, yakni ketika pemimpin partai Raam, Mansour Abbas, bergabung dalam koalisi yang berumur pendek, dari tahun 2021 hingga 2022. Ia telah menyatakan kesediaannya untuk melakukan hal serupa kembali.

Sementara itu, Yousef Jabareen dari aliansi Joint List mengatakan kepada AFP bahwa ia bersedia mendukung Eisenkot di parlemen tanpa harus bergabung ke dalam pemerintahannya-dengan alasan, antara lain, terkait perang di Gaza.

Di sela-sela demonstrasi di Tel Aviv, lebih dari 100 pendukung Netanyahu menggelar aksi tandingan. Massa pendukung Netanyahu meminta agar oposisi bergabung ke Netanyahu.

"Pilih kubu kanan, atau Palestina," seru mereka, mengulangi slogan dari kampanye Netanyahu.

"Dua partai Arab itu mendukung Hamas. Mereka ingin mengubah Israel menjadi negara Arab," ujar Rebecca Schindler, 60 tahun.