Sementara itu, The Blues yang disebut berasal dari Cina memiliki tingkat kemanisan lebih tinggi. Tekstur daging buahnya juga renyah, dengan kandungan air yang lebih banyak sehingga memberikan sensasi berbeda saat disantap.

Salah seorang pengunjung, Ernawati, mengaku menikmati pengalaman memetik melon bersama anak dan cucunya. Ia juga berkesempatan mencoba kedua varietas melon yang tersedia.

"Rasanya memang mantap, manis semua. Tapi yang ini lebih berair, kalau yang itu lebih crunchy, suaranya kalau dimakan kres," ujar Ernawati, Selasa (8/9).

Menurutnya, budidaya melon di dalam green house juga memberikan kesan lebih bersih dan steril dibandingkan budidaya melon di lahan terbuka.

Selain menawarkan pengalaman memetik buah, wisata ini juga menjadi sarana edukasi bagi pengunjung, khususnya anak-anak, untuk mengenal lebih dekat proses budidaya melon premium menggunakan teknologi hidroponik.

Pengelola wisata petik buah melon, Bagas Satriya, mengatakan satu green house berukuran 10 x 30 meter idealnya mampu menampung sekitar 1.000 tanaman melon.

Untuk The Blues, tingkat kemanisannya dapat mencapai sekitar 17 Brix. Sementara dari sisi budidaya, sistem hidroponik di dalam green house dinilai relatif lebih mudah dikendalikan dibandingkan penanaman di lahan terbuka.