Pembangunan infrastruktur dasar turut berjalan di berbagai wilayah. Pemerintah mencatat lebih dari 9.000 kilometer jaringan irigasi telah selesai dibangun, disertai pembangunan 3.500 jembatan, 2.228 kilometer jalan Inpres, serta 3.000 titik air bor. Selain itu, sebanyak 17 stadion baru dan hasil renovasi berstandar FIFA turut menjadi bagian dari penguatan fasilitas publik dan olahraga nasional.
Pada sektor pangan, pemerintah mencatat swasembada delapan komoditas pangan sekaligus cadangan pangan yang disebut sebagai tertinggi dalam sejarah. Kemandirian nasional juga diperkuat pada sektor energi melalui program B50 sebagai salah satu langkah menuju swasembada energi.
Di bidang industrialisasi, pemerintah telah memulai pembangunan 26 proyek hilirisasi. Menurut Teddy, Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan nilai tambah sumber daya alam di dalam negeri sekaligus memperkuat struktur industri nasional.
Lebih lanjut, Teddy mengatakan aktivitas investasi juga terus bergerak. Dalam dua tahun pertama pemerintahan, nilai investasi tercatat mencapai Rp 3.923 triliun dan menyerap 5.485.944 tenaga kerja. Pemerintah juga menjalankan program Magang Nasional yang menjangkau 250 ribu peserta dengan penghasilan setara UMK sebagai bagian dari perluasan kesempatan dan pengalaman kerja bagi generasi muda.
Teddy melanjutkan pemberdayaan ekonomi masyarakat juga diperkuat melalui 10 ribu Koperasi Desa Merah Putih yang telah resmi beroperasi. Sementara itu, bunga pembiayaan PNM Mekaar disebut turun dari 25 persen menjadi 8 persen bagi 16 juta ibu-ibu, sebagai bagian dari penguatan akses pembiayaan bagi usaha masyarakat.
Pada sektor jasa keuangan, pemerintah turut mencatat pengembangan Bank Emas yang mengelola 153 ton emas. Pemerintah juga melanjutkan pembangunan Kampung Haji Indonesia sebagai bagian dari peningkatan layanan bagi jemaah Indonesia.
Kemudian, penataan dan reformasi pengelolaan negara, kata Teddy, juga menjadi bagian dari capaian dua tahun pertama. Sebanyak 290 BUMN ditutup atau dirampingkan, yang dalam catatan tersebut disebut menghasilkan penghematan Rp50 triliun per tahun dari reformasi BUMN.