Menurut dia, peningkatan ketegangan politik selama tahapan pemilu menjadi perhatian tersendiri karena penugasan berlangsung di wilayah yang masih menghadapi konflik.
“Pemilu sepertinya kalau pemilu tidak jauh berbeda dengan di kita juga, ya. Namanya pemilu pasti tensi politik meningkat, apalagi daerah konflik. Kita melaksanakan tugas sesuai dengan yang diamanatkan kepada kita saja, sesuai dengan mandat (perlindungan masyarakat sipil, red.),” jelasnya.
Meski menghadapi berbagai tantangan, Norhayat mengatakan seluruh personel Satgas FPU 7 MINUSCA mampu menjalankan penugasan selama satu tahun tanpa mengalami insiden berarti.
Selain melaksanakan tugas pengamanan dan perlindungan masyarakat sipil, satgas juga menggelar kegiatan sosial untuk membangun hubungan dengan masyarakat setempat.
Kegiatan tersebut antara lain berupa kunjungan ke gereja dan sekolah serta pemberian bantuan perlengkapan belajar kepada anak-anak.
“Kami juga melaksanakan kegiatan social outreach atau kita laksanakan bakti sosial di sana. Kami datang ke gereja, ke sekolah-sekolah untuk bersosialisasi dengan warga di sana. Kemudian, kami juga memberikan bantuan seperti tas, alat tulis kepada anak-anak. Mereka senang sekali atas kehadiran kita di sana,” katanya.