NADIKABAR.COM — Program Sekolah Rakyat yang digagas pemerintah terus dikembangkan untuk memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Setelah setahun berjalan, program ini mencatat sejumlah capaian, mulai dari jangkauan siswa hingga pembangunan sarana pendidikan.
Dalam sidang kabinet 2 tahun pemerintahan Prabowo-Gibran, pemerintah menampilkan keberadaan 265 Sekolah Rakyat dan kembalinya 44 ribu anak jalanan ke bangku sekolah. Pemerintah juga menyebut telah merenovasi 30 ribu sekolah.
Presiden Prabowo Subianto menilai Sekolah Rakyat menjadi harapan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk kembali memperoleh hak belajar dan menggapai masa depan yang lebih baik.
"Tidak ada investasi yang lebih berharga daripada mengembalikan masa depan seorang anak," katanya dalam keterangan tertulis, Sabtu (24/8/2026).
Melalui sekolah rakyat, pemerintah bertujuan memutus lingkaran kemiskinan antar generasi melalui akses pendidikan gratis dan berkualitas, sekaligus program pemberdayaan bagi orang tua siswa.
"Kalau orang tua mereka menghadapi nasib yang kurang baik, mengalami kondisi keterpurukan, kondisi kemiskinan, anak-anak mereka tidak boleh terus miskin. Sesuai pasal 34 Undang-Undang Dasar Negara kita, negara harus intervensi," papar Prabowo.
Jangkau Ribuan Anak Putus Sekolah hingga Kelompok Rentan
Menteri Sosial, Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menyampaikan jumlah calon siswa Sekolah Rakyat pada tahun 2026 telah mencapai target. Hingga awal Juni 2026, lebih dari 42 ribu anak terdata mengikuti proses penjangkauan, sementara kapasitas yang tersedia sekitar 32 ribu siswa di seluruh Indonesia.