Ia mengatakan capaian tersebut menambah total siswa Sekolah Rakyat sejak program dimulai pada Juli 2025. Pada tahun pertama pelaksanaan, jumlah siswa yang mengikuti program ini mencapai hampir 15 ribu anak.

"Kalau digabung tahun (ajaran) 2025-2026 dan 2026-2027, (jumlah) siswa Sekolah Rakyat seluruh Indonesia jumlahnya sudah lebih dari 45 ribu siswa," papar Gus Ipul.

Adapun penjangkauan calon siswa paling banyak dilakukan pada jenjang SMP dengan lebih dari 17.815 anak. Selanjutnya jenjang SMA sebanyak 16.206 anak dan SD lebih dari 3.597 anak.

Kemensos juga menjangkau anak-anak rentan yang hidup di jalanan. Dari total peserta yang terdata, sebanyak 429 anak dijangkau langsung dari jalanan, terutama di wilayah Jabodetabek.

Kehadiran Sekolah Rakyat tak sekadar tempat belajar, namun juga mengembangkan potensi siswa, baik dalam bidang akademik hingga olahraga. Sebelumnya, tujuh siswa Sekolah Rakyat di Makassar berhasil memenangkan Olimpiade Nasional Indonesia ke-15.

Kemudian, siswi Sekolah Rakyat Polewali Mandar, Ismi Ulfaida, mencetak sejarah sebagai siswa Sekolah Rakyat pertama yang lolos menjadi anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat nasional untuk Upacara HUT ke-81 RI.

Tak hanya itu, siswa. Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 21 Manado berhasil meraih prestasi di ajang Kejuaraan Wushu Tingkat Nasional Piala Wali Kota Surabaya 2026.

Seluruh pencapaian ini menjadi salah satu indikator keberhasilan program Sekolah Rakyat dalam mendorong pengembangan potensi siswa.