NADIKABAR.COM — Memasuki satu tahun perjalanan program Sekolah Rakyat (SR) yang diinisiasi oleh Kementerian Sosial (Kemensos), evaluasi komprehensif terus digulirkan guna memastikan lingkungan belajar yang inklusif, humanis, dan bebas dari segala bentuk kekerasan.

Menyongsong agenda Peresmian 100 Gedung Sekolah Rakyat di Makassar pada 28 Oktober 2026 mendatang, Kemensos menegaskan komitmennya untuk menjadikan fasilitas pendidikan terpadu ini sebagai ruang aman yang sepenuhnya melindungi masa depan anak-anak dari keluarga prasejahtera.

Peningkatan mutu pengawasan ini menjadi pilar krusial seiring dengan masifnya perkembangan operasional Sekolah Rakyat di berbagai daerah. Sebagai institusi yang menerapkan sistem asrama, interaksi intensif antar siswa dengan beragam latar belakang tentu memerlukan mitigasi sosial dan pendampingan psikologis yang mendalam.

Langkah preventif dan penanganan berbasis hak anak dikedepankan oleh Kemensos dalam menyikapi dinamika yang terjadi di lapangan. Menyusul adanya catatan dan insiden penyesuaian sosial di beberapa titik operasional seperti di Pati dan Mamuju, jajaran Kemensos langsung bergerak cepat melakukan evaluasi pengawasan secara berkala.