β€œAnggaran secara total sebesar Rp7.234.000.000. Sumber dananya: pertama, swadaya atau umat jemaat; kemudian kedua, donatur; dan ketiga, penjualan hasil gereja lama kita; dan yang keempat, dari organisasi Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh dalam hal ini Indonesia Uni Kawasan Tengah dan Konferens DKI Jakarta,” kata Reapelt.

Ia mengatakan pembangunan gereja tersebut saat ini baru mencapai 80 persen, meskipun bangunan sudah dapat digunakan untuk kegiatan ibadah.

β€œSaat ini progres pembangunan, Pak Gubernur, baru berjalan 80 persen, tapi kami sudah bisa beribadah di tempat ini. Masih ada 20 persen yang sisa yang akan kami selesaikan,” ucapnya.

Dengan demikian, diharapkan keberadaan gereja tersebut dapat menjadi tempat bagi jemaat untuk beribadah dan memperoleh kedamaian, sekaligus memperkuat kehidupan toleransi antar umat beragama di Jakarta.