Target empat emas lahir dari hilangnya tiga nomor penyumbang emas di Hangzhou, yakni dua running target menembak dan satu perahu naga.

β€œArtinya kita hari ini hanya bisa menargetkan empat emas,” kata Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir ketika itu.

Perhitungannya realistis, tetapi olahraga prestasi tidak berhenti pada matematika tujuh dikurangi tiga.

Empat tahun adalah waktu untuk mencari sumber emas baru, membangun regenerasi, membaca perubahan kekuatan Asia, dan mengembangkan nomor yang sebelumnya belum menjadi andalan.

Indonesia sebenarnya membuktikan bahwa itu mungkin. Nurisa Dian Ashrifah, misalnya, menghadirkan emas dari panahan compound individu putri, sebuah sumber emas baru bagi Indonesia di Asian Games. Bulu tangkis juga bangkit dengan dua emas setelah gagal membawa pulang medali dari Hangzhou.

Karena itu, target seharusnya menjadi alat ukur, bukan batas imajinasi prestasi.