Persoalan yang lebih mendasar justru muncul ketika hasil Asian Games mulai dipakai untuk mengevaluasi cabang olahraga.

Pada 23 September, saat Asian Games baru memasuki hari kelima, Erick sudah menyatakan pemerintah mulai melihat apakah pencapaian di lapangan sesuai dengan target yang telah disepakati bersama setiap cabang.

Pendekatan itu pada dasarnya tepat. Uang negara harus dipertanggungjawabkan. Federasi yang mendapatkan dukungan pelatnas tidak mungkin terus-menerus meminta anggaran tanpa target yang jelas.

Pengurus, pelatih, atlet hingga program latihan memang harus dinilai berdasarkan hasil.

Masalahnya, evaluasi akan kehilangan keadilan apabila hanya melihat apa yang terjadi di garis akhir tanpa memeriksa bagaimana setiap cabang sampai ke sana.

Sebab jalan Indonesia menuju Aichi-Nagoya jauh dari lurus.