SGER kemudian memperoleh tambahan kontribusi dari bisnis lainnya. Pendapatan segmen pasir dan kapur melonjak menjadi Rp495,17 miliar, dibandingkan hanya Rp1,90 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Sementara itu, segmen kokas minyak bumi mulai menyumbang Rp379,61 miliar.
Adapun pendapatan dari segmen nikel turun 52,04% YoY menjadi Rp284,29 miliar. Segmen kelapa sawit juga mengalami penurunan tajam sebesar 98,77% menjadi Rp1,50 miliar.
Dari posisi keuangan, total aset SGER per semester I-2026 tercatat Rp6,01 triliun atau meningkat 6,51% secara year-to-date. Ekuitas perseroan juga tumbuh 9,10% YtD menjadi Rp2,58 triliun.
SOCI memperkuat armadanya dengan menambah dua kapal tanker pada kuartal III-2026. Salah satunya merupakan kapal pengangkut gas jenis Very Large Gas Carrier (VLGC) dengan kapasitas sekitar 54.000 DWT.
Satu kapal lainnya merupakan tanker produk minyak berkapasitas sekitar 3.500 DWT yang disiapkan untuk melayani pasar domestik. Penambahan dua kapal ini menjadi bagian dari langkah perseroan memperluas komposisi armada pada pengangkutan gas dan produk minyak.
Dengan tambahan tersebut, armada SOCI kini mencakup kapal pengangkut LNG serta sejumlah kapal tanker minyak dari tipe Medium Range, General Purpose, hingga Small Range.
Ekspansi armada ini dilakukan sejalan dengan fokus SOCI pada pengangkutan kargo cair untuk mendukung kebutuhan industri migas. Dari sisi kinerja, pendapatan neto SOCI pada semester I-2026 mencapai US$78,70 juta, tumbuh 3,30% YoY.
Segmen pelayaran menjadi salah satu penopang dengan pertumbuhan pendapatan 12,40% YoY. Pendapatan time charter meningkat 2,10%, sedangkan pendapatan spot charter mencatat kenaikan 126,90%.
CSRA akan membagikan dividen tunai interim sebesar Rp15 per saham. Dividen tersebut berasal dari laba periode yang berakhir pada 30 Juni 2026 dengan total nilai mencapai Rp30,75 miliar.
Pada semester I-2026, CSRA mencatat laba bersih Rp131,64 miliar. Angka tersebut turun 7,33% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp142,05 miliar.