NADIKABAR.COM — Atlet para angkat berat Indonesia Shebrioni merebut medali perunggu pada Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026, setelah menempati peringkat ketiga dalam pertandingan nomor putri kelas -61 kilogram (kg) di Nagoya City Trade & Industry Center, Jepang, Selasa.
Berdasarkan statistik penyelenggara, atlet berumur 34 tahun itu membukukan angkatan terbaik 115 kilogram untuk memastikan dia meraih tempat di podium.
Hasil itu menempatkannya di bawah atlet Uzbekistan Muslima Nuriddinova yang meraih medali emas dengan angkatan terbaik 129 kg, serta wakil China Sijia Chen yang memperoleh perak melalui angkatan 126 kg.
Nuriddinova mencatatkan angkatan terbaik dengan keunggulan tiga kilogram melawan Chen yang berada di posisi kedua. Sedangkan Shebrioni terpaut 14 kilogram dari peraih emas.
Dalam pertandingan final tersebut, atlet Tanah Air itu mengawali penampilannya dengan cukup bagus, ketika berhasil mengangkat beban seberat 115 kg pada kesempatan pertama.
Namun, usahanya meningkatkan catatan angkatan menjadi kg pada kesempatan kedua belum membuahkan hasil. Atlet senior itu gagal menyelesaikan angkatan tersebut sehingga harus memaksimalkan kesempatan terakhir untuk memperbaiki posisinya.
Saat angkatan ketiga, atlet itu kembali gagal mengangkat beban seberat kg. Hasil saat kesempatan pertama menjadi angkatan terbaiknya sekaligus memastikan medali perunggu bagi kontingen Merah Putih.
Dalam regulasi penyelenggara, cabang para angkat berat mempertandingkan kemampuan atlet mengangkat beban dalam posisi berbaring melalui gerakan bench press.
Atlet dinilai berdasarkan beban terberat yang berhasil diangkat secara sah dari rangkaian kesempatan yang diberikan.
Hasil pada hari kedua para angkat berat dalam Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026 itu, menambah perolehan medali perunggu bagi Indonesia.
Dalam hari yang sama, Margono yang berlaga dalam nomor putra kelas -65 kilogram juga berhasil menyabet perunggu bagi kontingen Merah Putih.