"Jadi Lampung dan Geger itu bagian dari ketika dari pihak orang tua minta dibantu pondok memfasilitas-memfasilitasi, gitu nggih," ujar Heri.

"Jadi ketika kemudian narasinya, 'Wah, saya jemput di Geger karena disembunyikan', wong orang tuanya tahu, dan kita sudah memberitahu kepada orang tuanya," sambungnya.

Diberitakan sebelumnya, keluarga menyebut korban sempat disembunyikan ke luar kota oleh pihak ponpes sebelum kasus ini terkuak. Kakak korban, MM, menceritakan pada Juli 2026, korban mengaku sedang mengandung namun tidak menjelaskan sebab kehamilannya.

"Awalnya saya belum tahu kejadiannya seperti apa. Setelah itu saya dikabari bahwasanya adik saya ini telah hamil, tapi tidak diberitahu apa penyebab kehamilannya," ungkap MM di Mapolresta Sleman, Kamis (10/9).