Kondisi keterlambatan bicara dapat dipengaruhi oleh banyak faktor, mulai dari gangguan pendengaran hingga masalah komunikasi. Orang tua harus ekstra waspada jika keterlambatan ini dibarengi dengan keengganan anak merespons panggilan atau kurangnya minat berinteraksi. Karena akar penyebabnya berbeda-beda, pendekatan medis yang diberikan harus disesuaikan dengan kondisi spesifik pada masing-masing anak.

Senada dengan itu, Konsultan Tumbuh Kembang Anak dari Mayapada Hospital Bandung, Dr. dr. Rodman Tarigan Girsang, Sp.A(K), M.Kes, menekankan pentingnya kewaspadaan orang tua terhadap gejala penyerta.

"Orang tua perlu memperhatikan bila speech delay disertai tanda lain, seperti anak tidak merespons ketika dipanggil, kesulitan memahami instruksi sederhana, atau kurang menunjukkan minat untuk berinteraksi. Kondisi tersebut dapat menunjukkan adanya keterlambatan pada aspek perkembangan lain sehingga perlu dievaluasi untuk menentukan stimulasi maupun intervensi yang sesuai," kata Rodman.

Ia menambahkan, penanganan speech delay mesti disesuaikan dengan penyebab dan aspek perkembangan yang terdampak pada masing-masing anak. Evaluasi tumbuh kembang secara menyeluruh diperlukan untuk memetakan kebutuhan anak, mulai dari stimulasi kemampuan bahasa dan komunikasi hingga terapi lanjutan bila memang dibutuhkan.