"Narwhal telah berada di bagian-bagian fjord di mana sangat sedikit pengukuran yang pernah dilakukan sebelumnya. Dan di sana, 300 kilometer dari pantai, kami menemukan jejak air Atlantik. Ini adalah hal yang benar-benar baru yang dapat kami tunjukkan," kata Mads Peter Heide-JΓΈrgensen, Profesor di Institut Sumber Daya Alam Greenland.
Berdasarkan definisi kamus Cambridge, fjord adalah jalur laut yang panjang di tim redaksi perbukitan curam, terutama ditemukan di Norwegia. Wilayah fjord yang diteliti ini telah lama menjadi salah satu titik buta pada peta oseanografi, padahal kapal penelitian sering melalui lautan ini namun selalu menemui kebuntuan dan terpaksa harus putar balik karena tidak dapat mengambil data apapun.
Salah satu data awal yang didapat dari pergerakan alami narwhal ini, bahwa air di sistem fjord merupakan campuran air kutub (polar water) yang dingin berasal dari Arktik dan air menengah Atlantik (atlantic intermediate water) yang lebih hangat serta lebih asin dari Samudera Atlantik.
Selama beberapa dekade terakhir, peneliti dari berbagai penjuru berusaha mendokumentasikan perubahan kekuatan dan luas lapisan es di Greenland Timur yang menurun secara signifikan.
Pada studi yang sama, peneliti menemukan bahwa gletser lebih cepat mencair akibat adanya lebih banyak air menengah Atlantik (atlantic intermediate water) di sistem fjord dari kombinasi data yang diperoleh dari narwhal dan data oseanografi historis dari World Ocean Database (WOD).