"Kami tidak sekadar membangun pesawat, melainkan mengorkestrasi ekosistem AAM terintegrasi untuk membawa Indonesia menjadi pusat inovasi aviasi dan pemegang IP teknologi kedirgantaraan terdepan di Asia Tenggara," jelasnya.
Prototipe fisik skala penuh dari Vela Alpha menandai transisi penting dari desain konseptual menuju kampanye uji terbang resmi dan sertifikasi kelaikudaraan (airworthiness certification). Didesain secara mandiri oleh anak bangsa Indonesia, Vela Alpha.
Desain ini dikembangkan untuk menjawab tantangan konektivitas geografis di lebih dari 17.000 pulau, memangkas kemacetan darat perkotaan, serta menghadirkan transportasi udara beremisi nol. Pesawat Alpha dibangun bukan sekadar alat transportasi pengangkut barang atau orang, melainkan hadir sebagai solusi untuk mobilitas sehari-hari yang lebih fleksibel, terjangkau, dan aman.
Vela Alpha hadir dengan konfigurasi Lift-and-Cruise dengan sistem Distributed Electric Propulsion (DEP) berbasis 9 motor listrik independen. Konfigurasi ini memungkinkan pesawat lepas landas dan mendarat secara vertikal sebelum bertransisi ke mode jelajah secara efisien menggunakan sayap.