Dirancang dengan tingkat redundansi sistem yang tinggi, pesawat tetap memiliki kemampuan terbang aman meskipun terjadi kegagalan pada salah satu motor listrik.

Kendaraan ini bisa menampung satu pilot dan enam penumpang. Ada dua versi yang disiapkan. Pertama varian listrik murni atau eVTOL. Daya jangkaunya hingga 150 km untuk rute Urban Air Mobility (UAM). Kedua, ada varian hybrid atau hVTOL. Daya jangkaunya mencapai 500 km dengan turbogenerator (siap Sustainable Aviation Fuel/SAF) untuk penerbangan jarak jauh. Pesawat ini bisa menempuh kecepatan jelajah hingga 250 km/jam.

Vela Alpha ditargetkan bisa melakukan Entry Into Service (EIS) pada awal 2029. Sebelum itu, uji terbang perdana direncanakan berlangsung pada kuartal IV 2026 di hadapan publik, regulator, mitra, dan calon investor.

Artikel ini telah tayang di NadiKabar. Baca selengkapnya di sini!