Karena itu, pertanyaan yang mendesak bukan lagi seberapa cepat kita mengadopsi AI. Siapa yang akan menguasai AI yang dipakai Indonesia?

Bayangkan sebuah rumah sakit pemerintah menggunakan AI untuk membantu membaca hasil pemeriksaan pasien. Sistem bekerja dengan baik. Pelayanan lebih cepat. Datanya, bahkan disimpan di pusat data di Indonesia.

Suatu hari penyedia teknologi mengubah ketentuan layanan, menaikkan harga, menghentikan sebuah fitur, atau membatasi akses terhadap teknologi tertentu.