"Selama puluhan tahun, Pillay telah memperjuangkan asasi manusia, keadilan, dan penegakan hukum internasional dengan dedikasi dan kegigihan yang luar biasa," demikian dinyatakan pemerintah Jerman di Berlin. "Perjuangannya dalam melawan apartheid hingga kontribusinya yang luar biasa untuk keadilan pidana internasional dan Perserikatan Bangsa-Bangsa, layak mendapatkan pengakuan tertinggi kami."
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyebut penghargaan itu sebagai "sinyal yang kuat". Menurut juru bicara Kantor Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia (OHCHR) di Jenewa, Swiss, penghargaan tersebut menegaskan pentingnya nilai-nilai hak asasi manusia, terutama di tengah situasi global saat ini.
Keputusan Komite Nobel menganugerahkan Hadiah Nobel Perdamaian kepada Pillay terbilang mengejutkan. Perempuan berusia 85 tahun itu tidak termasuk dalam daftar unggulan yang banyak dijagokan tahun ini. Sebanyak 287 kandidat, baik individu maupun organisasi, masuk dalam nominasi Nobel Perdamaian 2026. Tahun lalu, penghargaan tersebut diberikan kepada tokoh oposisi Venezuela, Mara Corina Machado.