"Iya, gitu, belum, saya belum bisa memastikan apakah itu anggota Jaga Warga asli atau hanya sekedar memakai rompi. Ya kan ada juga kan masyarakat yang ngaku-ngaku pakai baju Polri, ngaku pakai petugas kepolisian kan banyak," ujarnya saat dihubungi, hari ini.

"Bisa jadi kan ada yang mungkin orang lain pakai (rompi Jaga Warga) ya gitu lo," sambung Bagas.

Meski begitu, Bagas menegaskan pihaknya tetap akan menelusuri pria memakai rompi Jaga Warga dalam video tersebut.

"Kami akan lakukan penelusuran. Ya dicek ya keberadaannya itu. Kalau memang iya dia mohon maaf ya umpamanya itu memang benar anggota Jaga Warga, ya akan kami lakukan pembinaan," papar Bagas.

"Ya jadi jangan sampai nanti ada kejadian ini berulang kembali. Karena kan tugasnya Jaga Warga itu kan untuk menjaga situasi yang kondusif, bukan malah membuat situasi tidak kondusif," pungkasnya.

Selain dari kalangan mahasiswa, Polda DIY menyebut anggotanya juga terkena cairan merica saat mengamankan aksi unjuk rasa mahasiswa di simpang Jendral Sudirman, Gondokusuman, Selasa (1/9) malam. Tercatat ada tujuh polisi yang terkena cairan merica tersebut.

Hal itu disampaikan Polda DIY melalui akun Instagram resminya @poldajogja lewat tayangan video singkat. Video tersebut diberi keterangan 'Fakta Lapangan: Temuan Cairan Merica dan Penanganan Personil'.

Dalam video tersebut tampak Polda DIY terus menyoroti adanya tabung semprot berwarna jingga yang dibawa salah satu massa aksi. Bahkan, pada benda tersebut diberi lingkaran merah dalam video tersebut.

"Kami juga menyampaikan bahwa terdapat personil kami dari jajaran Polresta Yogyakarta yang terkena semprotan diduga merupakan cairan merica," ujar Kabid Humas Polda Jogja Kombes Ihsan dalam video tersebut, dilihat detikJogja, Kamis (3/9).

Dalam keterangan unggahan tersebut menyebut 7 anggota kepolisian terkena cairan merica yang diduga berasal dari tabung semprot oranye tersebut.

"Berdasarkan rekaman visual dan bukti digital di lokasi, didapati adanya penggunaan tabung berisi cairan diduga merica atau spicy spray dari arah kerumunan massa saat terjadi gesekan akibat kesalahpahaman terkait penutupan jalan dengan warga setempat dalam aksi unjuk rasa dari Aliansi Mahasiswa UGM, Selasa 1 September 2026," tulis keterangan dalam unggahan itu.