NADIKABAR.COM — Atlet boccia Indonesia Gischa Zayana menyiapkan siasat khusus untuk menghadapi lawan-lawan yang merupakan wajah baru dalam persaingan pada Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026.

"Saya memang harus lebih berhati-hati. Banyak lawan-lawan baru yang memang belum pernah saya lawan dan belum tahu cara bermain mereka," kata Gischa Zayana saat ditemui sesuai pertandingan di Nagoya City General Gymnasium, Nagoya, Jepang, Sabtu.

Gischa mengawali persaingan pada hari pertama penampilan di Grup B individu putri BC2 dengan dua kemenangan beruntun. Atlet berusia 21 tahun itu menekuk wakil Kamboja Sas Sorn 7-2 dan wakil Kyrgyzstan Zhazira Satubaldyeva dengan skor telak 20-0.

Ia mengaku dapat meraih kemenangan beruntun berkat strategi bermain santai atau tanpa beban serta bisa mengatasi kegugupan menghadapi atmosfer pertandingan pada pesta olahraga atlet disabilitas terbesar Asia itu.

"Saya bermain santai sehingga bisa menempatkan bola sesuai dengan yang saya targetkan," katanya.

Dua kemenangan tersebut membuka peluang Gischa langsung melaju ke babak semifinal jika kembali memetik kemenangan pada pertandingan ketiga melawan wakil Thailand Satanan Phromsiri pada Senin (19/10).

Ia menjelaskan bahwa selain beberapa atlet senior dari Korea Selatan, Malaysia, dan Thailand dengan kemampuan bagus, banyak juga atlet debutan dengan kemampuan yang patut diperhitungkan.

Oleh sebab itu, Gischa mengaku fokus mempersiapkan diri dengan lebih matang dan mempelajari permainan calon lawan untuk bisa melangkah mulus ke babak berikut.

"Target saya bisa mempersembahkan medali," katanya.

Pada Asian Para Games 2026, Tim Boccia Indonesia diperkuat lima atlet andalan. Selain Gischa, ada Muhammad Bintang Satria (BC2 putra), Felix Ardi Yuda (BC2 putra), Muhammad Afrizal Syafa (BC1 puta) dan Handayani (BC1 putri) yang juga memetik kemenangan pada pertandingan awal mereka di fase grup.

Seluruh pertandingan boccia Indonesia berlangsung di Nagoya City General Gymnasium atau Rainbow Hall.