NADIKABAR.COM β€” BUMN bidang infrastruktur PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) menggunakan sekam padi hingga 400 ton per hari sebagai bahan bakar alternatif di Pabrik Tuban, Jawa Timur, untuk mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil.

Direktur Utama SIG Indrieffouny Indra mengatakan pemanfaatan biomassa dalam proses produksi semen juga menjadi bagian dari Sustainability Roadmap SIG 2030 untuk mendukung pengembangan industri hijau dan target emisi nol bersih.

β€œPenggunaan biomassa membantu perusahaan mendapatkan sumber energi alternatif untuk meningkatkan keandalan operasi dan memperkuat inisiatif semen hijau yang rendah emisi,” kata Indra dalam keterangan resmi diterima di Jakarta, Selasa.

Sekam padi merupakan jenis biomassa yang paling banyak digunakan di Pabrik Tuban dengan konsumsi mencapai 400 ton per hari.

Menurut SIG, sekam tersebut dipasok dari petani serta 10 perusahaan penggilingan padi di Tuban, Lamongan, dan Bojonegoro, Jawa Timur, serta Rembang, Jawa Tengah.

Selain sekam padi, SIG menggunakan sejumlah biomassa lain sebagai bahan bakar alternatif, antara lain cocopeat atau serbuk halus dari sabut kelapa, bonggol jagung, serbuk gergaji, dan ampas tebu.

Salah satu pemasok sekam padi ke Pabrik Tuban adalah PT Pionir Nusantara Sukses.

"Di saat yang bersamaan, langkah strategis ini turut menciptakan nilai ekonomi baru bagi masyarakat, khususnya para petani dan perusahaan penggilingan padi," ujar Indra.

Direktur Pionir Nusantara Sukses Irsan Yanuardi mengatakan perusahaannya memasok sekitar 2.500 hingga 3.000 ton sekam padi per bulan ke Pabrik Tuban.

Sekam tersebut mayoritas diperoleh dari pengepul di Tuban, Lamongan, dan Bojonegoro, sedangkan sebagian lainnya didapatkan langsung dari petani.

Menurut Irsan, pendapatan dari usaha pengumpulan dan pemasokan sekam padi secara rata-rata cenderung meningkat, meskipun masih berfluktuasi akibat sejumlah faktor.

Salah satunya adalah kondisi cuaca yang dapat memengaruhi kualitas dan ketersediaan sekam padi.Saat ini, Pionir Nusantara Sukses hanya memasok sekam padi ke Pabrik Tuban.

Sebelumnya, SIG mencatat pemanfaatan bahan bakar alternatif berupa refuse-derived fuel (RDF) sepanjang 2025 mencapai 681 ribu ton atau meningkat 24 persen.

Pemanfaatan tersebut disebut setara dengan pengurangan penggunaan batu bara hingga 467 ribu ton dan meningkatkan thermal substitution rate (TSR) perusahaan menjadi 9,77 persen.

Pada tingkat industri, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) pada April 2026 menyatakan substitusi bahan bakar dan material menjadi salah satu dari lima pilar strategi dekarbonisasi industri semen nasional.

Pemerintah antara lain mendorong penggunaan biomassa dan hidrogen, selain peningkatan efisiensi energi dan material serta pembaruan proses produksi dengan teknologi yang lebih efisien.

Kemenperin pada periode yang sama mencatat TSR industri semen telah mencapai 12,58 persen dari posisi 3 persen pada tahun dasar 2010.

Faktor klinker turun dari 81 persen menjadi sekitar 68,1 persen, sedangkan emisi spesifik turun dari 724 kilogram karbon dioksida per ton setara semen menjadi 566,3 kilogram karbon dioksida per ton setara semen.