Sebelumnya, SIG mencatat pemanfaatan bahan bakar alternatif berupa refuse-derived fuel (RDF) sepanjang 2025 mencapai 681 ribu ton atau meningkat 24 persen.

Pemanfaatan tersebut disebut setara dengan pengurangan penggunaan batu bara hingga 467 ribu ton dan meningkatkan thermal substitution rate (TSR) perusahaan menjadi 9,77 persen.

Pada tingkat industri, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) pada April 2026 menyatakan substitusi bahan bakar dan material menjadi salah satu dari lima pilar strategi dekarbonisasi industri semen nasional.

Pemerintah antara lain mendorong penggunaan biomassa dan hidrogen, selain peningkatan efisiensi energi dan material serta pembaruan proses produksi dengan teknologi yang lebih efisien.

Kemenperin pada periode yang sama mencatat TSR industri semen telah mencapai 12,58 persen dari posisi 3 persen pada tahun dasar 2010.

Faktor klinker turun dari 81 persen menjadi sekitar 68,1 persen, sedangkan emisi spesifik turun dari 724 kilogram karbon dioksida per ton setara semen menjadi 566,3 kilogram karbon dioksida per ton setara semen.