Untuk memastikan praktik GCG terimplementasi dengan baik, SIG memiliki Komite Keberlanjutan yang telah dibentuk sejak tahun 2021 untuk mendukung pencapaian dan pengelolaan kinerja keberlanjutan perusahaan secara terstruktur dan terintegrasi.
"Komite ini berperan dalam memantau pelaksanaan agenda keberlanjutan serta mendukung pencapaian target dalam SIG Sustainability Roadmap 2030," jelasnya.
Selain itu, perushaan itu juga telah memiliki kerangka Task Force on Climate-related Financial Disclosures (TCFD) yang memadai untuk mendukung identifikasi, pengelolaan, dan mitigasi risiko, serta peluang terkait perubahan iklim, sekaligus memperkuat tata kelola dan transparansi perusahaan dalam menghadapi tantangan perubahan iklim.
Secara konsisten, perusahaan itu juga melakukan pengukuran terhadap kualitas GCG melalui penilaian dan evaluasi tingkat pemenuhan kriteria GCG yang mengacu pada ASEAN Corporate Governance Scorecard (ACGS), Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan peraturan terkait lainnya.
Indra mengungkapkan, pada tahun 2025 SIG berhasil memperoleh skor GCG yang sangat baik sebesar 102,67 dengan predikat ”Leadership in Corporate Governance”, serta penghargaan sebagai Best State-Owned Enterprise dalam penilaian yang diselenggarakan oleh The Indonesian Institute for Corporate Directorship (IICD).