Dalam presentasinya, David Sun memaparkan sejumlah hasil penerapan AI dalam konteks operasional jaringan tegangan rendah. Dalam bisnis State Grid Corporation of China, kombinasi teknologi komunikasi high-speed power line carrier (HPLC), model analisis anomali, dan agen AI yang menganalisis line loss berhasil memangkas biaya tenaga kerja secara signifikan. Melalui penerapan model marketing ontology, perusahaan juga memangkas waktu respons layanan pelanggan dari hitungan jam menjadi hitungan menit. Di luar Tiongkok, termasuk Brasil, penerapan platform manajemen microgrid dan pusat O&M terpadu secara signifikan meningkatkan akurasi prediksi beban jaringan listrik pada level wilayah transformator. Sementara itu, dalam pekerjaan operasional sehari-hari di lapangan, integrasi headset VR, model AI kecil yang berjalan di perangkat, dan model besar berbasis cloud secara signifikan meningkatkan keselamatan dan kepatuhan kerja. Berbagai penerapan tersebut membuktikan bahwa inovasi digital dan cerdas yang bertumpu pada data berkualitas tinggi secara real-time, mampu mendorong perusahaan ketenagalistrikan memasuki fase baru dengan efisiensi dan kualitas operasional yang lebih tinggi.

Menata Ulang Standar dan Pengembangan SDM

Agar pemanfaatan AI berlangsung dua arah, standar yang sistematis, terbuka, konsisten, dan visioner diperlukan untuk mempercepat inovasi teknologi, pemutakhiran industri, serta pengembangan ekosistem. David Sun mengusulkan kerangka tiga jenjang untuk pengembangan standar, yakni "indikator–arsitektur–teknologi". Menurutnya, standar tersebut juga perlu menjadi acuan bagi pengembangan SDM, transformasi digital, dan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan. Huawei bekerja sama dengan sejumlah perusahaan terkemuka untuk mengembangkan program pengembangan SDM "Wittgenstein Studio". Program ini membantu perusahaan ketenagalistrikan menurunkan hambatan dalam digitalisasi, mendorong kreativitas para insinyur ketenagalistrikan, serta mendorong setiap insinyur menjadi "Mini-CEO" yang secara proaktif menghadapi ketidakpastian. Menurut Sun, industri ketenagalistrikan hanya dapat mencapai pertumbuhan berkelanjutan jika para insinyurnya menguasai pemahaman mengenai teknologi digital dan AI, serta mampu berperan sebagai pakar industri, seiring terbentuknya sistem tenaga listrik baru.

Huawei mendorong industri ketenagalistrikan melampaui peningkatan teknologi semata menuju transformasi ganda dalam cara produksi dan struktur talenta. Ke depan, ketika arsitektur terbuka semakin luas diterapkan dan AI digunakan dalam skala besar, industri akan mempercepat transformasinya untuk membangun sistem tenaga listrik baru yang transparan, cerdas, dan berkelanjutan. Dengan sinergi dua arah, langkah tersebut dapat memaksimalkan nilai tambah dari setiap kilowatt-jam.