NADIKABAR.COM — Singapura pada Selasa meluncurkan serangkaian inisiatif untuk membantu perusahaan mengadopsi kecerdasan buatan (AI), termasuk program untuk mendukung para pemimpin industri, usaha kecil, dan adopsi di seluruh sektor, kata Enterprise Singapore (EnterpriseSG) dalam sebuah pernyataan, sebagaimana warta Xinhua.

Di bawah program Champions of AI, EnterpriseSG dan badan pemerintah lainnya akan membantu perusahaan-perusahaan peserta mengembangkan peta jalan transformasi AI jangka panjang, mengakses keahlian dan solusi, serta memperkuat keterampilan tenaga kerja.

Program itu menargetkan perusahaan-perusahaan yang berbasis di Singapura yang berkomitmen menjadikan AI sebagai pendorong utama pertumbuhan dan melakukan transformasi di seluruh perusahaan. Program tersebut akan dimulai dengan 24 perusahaan dari berbagai industri, dengan lebih banyak perusahaan yang akan bergabung secara bertahap. Bagi usaha kecil dan menengah, serangkaian lokakarya tentang AI agentik (agentic AI) telah diperkenalkan. Lebih dari 280 usaha kecil telah berpartisipasi dalam sebuah percontohan untuk menerapkan perangkat AI agentik dalam bidang pemasaran, penjualan, dan layanan pelanggan. Lebih banyak lokakarya akan diluncurkan bulan depan dan diperluas lebih lanjut pada 2027. Sementara itu, inisiatif Catalytic AI Solutions bertujuan untuk mempercepat pengadopsian AI di seluruh sektor, dimulai dari manufaktur canggih, perdagangan, dan logistik. Secara terpisah, Badan Sains, Teknologi, dan Riset (Agency for Science, Technology and Research) Singapura meluncurkan Materials Accelerator for Research, Venture and Enterprise Launchpad, dengan pendanaan sekitar 150 juta dolar Singapura (1 dolar Singapura = Rp14.160), untuk menjembatani kesenjangan antara penelitian dan penerapan komersial. Inisiatif tersebut akan menggabungkan model-model AI dengan laboratorium terotomatisasi untuk mempercepat penemuan, pengujian, dan komersialisasi material canggih. "AI membantu para peneliti mengidentifikasi material baru yang menjanjikan dengan lebih cepat, tetapi mengubahnya menjadi material yang dapat disintesis, divalidasi, dan diproduksi dalam skala besar masih menjadi sebuah tantangan," kata pernyataan itu.