"Kalau model lama itu, kita hanya sebatas pasar potensial, dan lain sebagainya, tetapi 'co-creation' ini model baru. Jadi, Indonesia tidak hanya sebatas pasar, tetapi Indonesia juga menciptakan peluang bersama termasuk adanya 'transfer of knowledge and technology'," katanya.
Menurut dia, Indonesia punya potensi transformasi digital yang cukup besar, apalagi sebagai salah satu negara dengan jumlah pengguna internet terbesar di dunia.
"Sehingga, potensi ekonomi di bidang digital itu menjadi salah satu kekuatan Indonesia untuk bisa kerja sama dengan Tiongkok," katanya.
Namun, diakuinya bahwa ada tantangan yang dihadapi dalam sektor investasi di Indonesia, yakni birokrasi sebagai tanganan utama, sebagaimana ditemukan dalam beberapa kali riset.
"Kedua, hal-hal yang tidak nampak tetapi berdampak ya. Salah satunya bagaimana berhubungan dengan masyarakat lokal, organisasi masyarakat setempat, termasuk dengan pemimpin pemerintahan yang sangat lokal," katanya.