Mereka tidak lagi hanya dipandang sebagai pekerja yang disalurkan melalui agensi. Katia mulai mengenal kehidupan dan perjuangan masing-masing, hingga akhirnya menganggap mereka sebagai bagian dari keluarga barunya.
Namun, kedekatan tersebut justru membuat Katia menghadapi pilihan sulit. Ia harus menentukan apakah akan terus mempertahankan pekerjaan yang telah mempertemukannya dengan orang-orang yang dianggap sebagai keluarga, atau kembali mencari pekerjaan baru yang lebih sesuai dengan harapan sang ibu.
Dilema tersebut kemudian membawa Katia menghadapi berbagai situasi yang dipenuhi drama, komedi, dan romantika. Di balik humor yang ditawarkan, Agensi Rumah Tangga juga menggambarkan persoalan keluarga, pekerjaan, serta hubungan sosial yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Melalui perjalanan Katia dan para karakter perempuan di dalamnya, film ini turut mengangkat perjuangan perempuan dalam memenuhi kebutuhan keluarga. Ada perempuan yang bekerja sebagai PNS untuk memenuhi kebutuhan anak.
Ada juga yang bekerja sebagai ART, hingga menjalani pekerjaan yang selama ini identik dengan laki-laki demi menghidupi keluarga. Kisah mereka memperlihatkan bahwa perempuan memiliki berbagai cara untuk bertahan, bekerja, dan menjaga keluarganya.