NADIKABAR.COM — Film 1911 Revolution akan tayang dalam program Bioskop Trans TV pada Senin (7/9/2026) pukul 22.00 WIB malam ini. Film sejarah yang dibintangi Jackie Chan ini mengangkat kisah perjuangan revolusioner dalam menggulingkan kekuasaan Dinasti Qing di China.
Berjudul asli Xinhai Revolution atau Xin Hai Ge Ming, film ini dirilis pada 2011 dan mengusung genre drama sejarah, aksi, perang, dan politik. 1911 Revolution disutradarai oleh Jackie Chan bersama Zhang Li. Film berdurasi sekitar 125 menit ini dirilis di China pada 23 September 2011 dan kemudian di Hong Kong pada 29 September 2011.
Film ini diproduksi oleh sejumlah perusahaan film dari China dan Hong Kong, tim redaksi lain JCE Movies Limited, Chang Ying Film Group Corporation, Shanghai Film Group Corporation, Shanghai Film Studio, Beijing Alnair Culture & Media, Media Asia Films, Huaxia Film Distribution serta perusahaan yang terkait dengan Jackie Chan. Distribusinya tim redaksi lain ditangani Media Asia Distributions, Huaxia Film Distribution, dan East Film & TV Distribution.
Salah satu fakta paling menarik, 1911 Revolution merupakan film ke-100 Jackie Chan sebagai aktor. Selain menjadi pemeran, Jackie Chan juga terlibat sebagai sutradara bersama Zhang Li.
Film ini dibuat untuk memperingati 100 tahun Revolusi Xinhai 1911, sebuah rangkaian pemberontakan yang berujung pada berakhirnya pemerintahan kekaisaran Dinasti Qing dan lahirnya Republik China.
Kisah 1911 Revolution berlatar China pada awal abad ke-20 ketika pemerintahan Dinasti Qing mulai menghadapi berbagai persoalan. Ketidakpuasan terhadap pemerintahan kekaisaran semakin meluas, sementara tekanan dari berbagai pihak membuat situasi politik semakin tidak stabil.
Di tengah kondisi tersebut, kelompok revolusioner mulai menyusun gerakan untuk mengakhiri sistem kekaisaran yang telah berlangsung selama berabad-abad. Mereka menginginkan perubahan besar dan membayangkan masa depan China dengan sistem pemerintahan yang berbeda.
Salah satu tokoh penting dalam perjuangan tersebut adalah Huang Xing, seorang pemimpin militer revolusioner yang terlibat langsung dalam berbagai upaya pemberontakan. Perjuangannya berjalan beriringan dengan gerakan politik yang dipimpin Sun Yat-sen.
Gerakan revolusi tidak berjalan mudah. Para pejuang harus menghadapi pasukan kekaisaran yang memiliki kekuatan lebih besar, sementara berbagai pemberontakan di sejumlah wilayah harus dilakukan dengan persiapan yang matang.
Ketegangan kemudian semakin meningkat ketika pemberontakan di Wuchang pada 1911 menjadi salah satu titik penting dalam rangkaian Revolusi Xinhai. Peristiwa tersebut memicu perkembangan gerakan revolusioner dan mengguncang fondasi pemerintahan Dinasti Qing.
Huang Xing dan para pejuang lainnya kemudian menghadapi serangkaian pertempuran serta pengorbanan besar. Di sisi lain, Sun Yat-sen berusaha menggalang dukungan politik untuk mewujudkan cita-cita mendirikan pemerintahan baru.
Perjuangan tersebut akhirnya membawa China menuju perubahan besar. Namun, perjalanan menuju berakhirnya kekuasaan kekaisaran tidak hanya ditentukan oleh pertempuran di medan perang, tetapi juga oleh negosiasi dan pertarungan kepentingan politik.
Lantas, bagaimana perjuangan Huang Xing dan Sun Yat-sen menghadapi kekuatan Dinasti Qing? Mampukah gerakan revolusi yang mereka bangun mengubah masa depan China setelah berabad-abad berada di bawah pemerintahan kekaisaran? Saksikan 1911 Revolution di Bioskop Trans TV malam ini untuk mengetahui kisah perjuangan yang mengubah sejarah China.