"Terus habis itu pas Selasa malam, habis suamiku salat Isya, tiba-tiba perut sakit banget. Sudah kayak orang mau ngelahirin gitu kan. Sudah pernah dulu ngelahirin gitu ya. Rasa sakit banget. Aku bilang, 'Ah sakit banget'. Sudah aku zikir-zikir saja," ungkapnya.
Sinyorita kemudian pergi ke toilet ditemani sang suami. Saat buang air kecil, ia melihat adanya gumpalan yang menurutnya berbentuk seperti jaringan.
"Pas pipis tuh kan kayak biasa kalau misalnya kita haid kan hari-hari terakhir tuh kayak ada gumpalan darahnya gitu. Nah ini ada gumpalan tapi kayak jaringan, bentuk jaringan gitu. Tapi aku tuh kayak yang aku sudah langsung istighfar, 'Astagfirullahaladzim. Ini keluar nih'. Kayak sudah enggak percaya," ujarnya.
Saat itu, Sinyorita masih berusaha berpikir positif. Ia berharap jaringan yang keluar bukan calon bayinya, mengingat masih ada embrio lain dalam program bayi tabung yang dijalaninya.
"Kan aku ada embrio lain juga kan yang ditanam gitu, cuman memang kata dokter waktu itu di kantung kehamilannya cuma satu. Jadi aku pikir untuk menyenangkan hati kayak aku bilang, 'Wah, mungkin ini embrio yang lainnya yang luruh kali' kayak gitu kan," katanya.
Keesokan harinya, Sinyorita menjalani pemeriksaan USG. Dokter kemudian menyampaikan bahwa kantung kehamilan di dalam rahimnya sudah tidak ada.