"Tapi pas besok datang ke dokter, terus pas waktu lagi USG, ya dokter bilang di rahimnya udah enggak ada kantung kehamilan. Itu sudah kayak disamber petir ya. 'Ya Allah, jadi yang aku bawa ini calon bayiku ya?' 'Iya' gitu," tutur Sinyorita.
Dokter juga tidak memberikan penjelasan secara detail mengenai penyebab keguguran tersebut. Sinyorita pun berusaha menerima kondisi itu sebagai bagian dari perjalanan yang harus dilaluinya bersama sang suami.
"Jadi memang journey-nya Mas Roli sama Teteh Sinyo sudah sampai sini. Balik lagi ya rahim ranah Allah sih, gitu. Enggak bisa ada penjelasan secara detail kenapa bisa kegugurannya," ucapnya.
Di tengah kesedihan, Sinyorita bersyukur kondisi rahimnya sudah bersih sehingga dirinya tidak perlu menjalani tindakan kuretase. Dokter hanya memberikan obat untuk membantu proses pendarahan.
"Tapi ada satu hal yang disyukurinya, rahimnya sudah bersih. Jadi aku enggak perlu dikuret. Yang aku nanya beberapa kasus keguguran juga teman-teman aku, 'Alhamdulillah lho, Bun' katanya. 'Gue tuh harus kuret, tapi lo tuh enggak' jadi benar-benar baby-nya tuh enggak ngerepotin kayak gitu," pungkasnya.